Supernova W50, nebula yang menyerupai bentuk sapi laut
(ilustrasi) (nrao.edu) (nrao.edu)
VIVAnews - Peneliti Amerika Serikat telah mengidentifikasi dua
butir pasir yang mengejutkan dari sepasang meterit, atau batu meteor yang telah
jatuh di Bumi. Butiran pasir yang ditemukan berbeda tempat itu menunjukkan
jenis yang identik dan sangat langka.
Huffingtonpost melansir, 29 April 2013, peneliti memperkirakan
butiran itu berasal dari ledakan bintang yang sama, yakni sisa ledakan
pembentukan Tata Surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.
Kedua meteorit ditemukan di Antartika, diperkirakan usianya
sangat tua, bahkan sebelum Tata Surya terbentuk.
Masing-masing meteorit ini berisi sebutir silika (SiO2,
bahan utama pasir). Penanda kimia butiran ini identik dan sangat langka.
Ilmuwan menduga kedua butir itu berasal dari supernova (ledakan bintang)
tunggal.
Jenis supernova ini diperkirakan terjadi ketika sebuah
bintang berukuran besar gagal dalam fusi nuklir (dua inti atom bergabung
menciptakan energi besar), dan akhirnya menimbulkan ledakan raksasa.
Ilmuwan mengatakan, ini adalah kali pertama menemukan
butiran dalam meteorit primitif. Karakteristiknya berbeda, pasalnya jenis
oksigen terkandung dalam silika.
Penelitian sebelumnya menemukan segenggam meteorit yang
mengandung butiran silika diperkaya dengan oksigen -17. Meterorit itu diduga
berasal dari bintang yang masih hidup di alam semesta.
Sementara dalam dua butiran langka yang ditemukan peneliti,
mengandung kadar oksigen yang lebih berat, oksigen -18. Kadar ini ditemukenali
terbentuk dari proses supernova.
Butuh Mikrokuar
Uniknya lagi, silika ini sangat kecil, tak terlihat mata
telanjang. Pierre Haenecour, peneliti dari Universitas Washington, AS
mengungkapkan untuk melihat satu butir, butuh alat mikrokuar ion NanoSIM 50
yang mampu memperbesar objek hingga 20 ribu kali.
Butir lainnya ditemukan oleh Xuchao Zhao, ilmuwan di
Institut Geologi dan Geofisika, Beijing, Cina. Dalam sebuah meteoroit yang
ditemukan oleh Chinese Antarctic Research Expedition.
Haenecour menemukan pembentukan materi itu memerlukan proses
pencampuran material lapisan yang kompleks dari bintang saat meledak.
Mengingat proses pencampuran oksigen -18 sangat spesifik,
peneliti menduga kedua butir silika itu berasal dari supernova yang sama.
Peneliti berpikir gelombang kejut supernova menyebabkan
putaran gas awan dan debu hingga terpadatkan, sebelum akhirnya menghasilkan
planet dari Tata Surya.
Supernova juga menaburi awan dengan material dan beberapa
material yang mungkin berakhir pada meteroit.
0 komentar:
Posting Komentar